Analysis of Heat Stress in Semarang City Utilizing the Temperature Humidity Index (THI) Method
DOI:
https://doi.org/10.33292/ost.v5i2.170Keywords:
Climate Comfort, Heat Stress, Semarang City, Temperature Humidity IndexAbstract
Background: The urbanization of Semarang City leads in a decrease in green open spaces (GOS), causing disruptions in the urban microclimate that may decrease thermal comfort.
Aims: This study aims determine climate comfort and the risk of heat stress through the Temperature Humidity Index (THI), which integrates air temperature and relative humidity.
Methods: The analysis was conducted using 13 years (2010–2022) of secondary data obtained from the Semarang Climatological Station, Ahmad Yani Meteorological Station, and Tanjung Emas Maritime Meteorological Station. The novelty of this study lies in the assessment of climatic comfort based on the THI method using long-term data from three types of meteorological stations representing inland, airport, and maritime climatic characteristics in Semarang City.
Result: The results indicate that the “partially comfortable” category dominates at 66.67%, occurring for approximately eight months per year, while the “uncomfortable” category accounts for 33.33% or about four months per year.
Conclusion: These findings suggest that residents of Semarang City are potentially exposed to heat stress for most of the year, highlighting the need for environmental engineering measures and community adaptation to improve urban thermal comfort
References
Andriani, D. M., & Yuliastuti, N. (2013). Penilaian sistem transportasi yang mengarah pada green transportasi di Kota Surakarta. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 9(2), 183–193. https://doi.org/10.14710/pwk.v9i2.6535
Arisanti, A., Munandar, A., & Prawitasari, T. (2010). Adaptasi anatomis pohon pada roof garden (Studi kasus: Kondominium Taman Anggrek, Jakarta). Jurnal Lanskap Indonesia, 2(2), 69–75. https://doi.org/10.29244/jli.2010.2.2.%25p
Ariyanti, S., Setyaningsih, Y., & Prasetio, D. (2018). Tekanan panas, konsumsi cairan, dan penggunaan pakaian kerja dengan tingkat dehidrasi. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development), 2(4), 634–644. https://doi.org/10.15294/higeia.v2i4.25095
Ashar, T. D., Saftarina, F., & Wahyudo, R. (n.d.). Penyakit akibat panas. Medula, 7(5), 219–223. https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/medula/article/view/2013
Asiani, Y. (2007). Pengaruh kondisi ruang terbuka hijau (RTH) pada iklim mikro di Kota Bogor (Tesis). Universitas Indonesia.
Badan Pusat Statistik Kota Semarang. (2023). Kota Semarang dalam angka. BPS Kota Semarang.
Budhiasih, R. T., Widjasena, B., & Jayanti, S. (2015). Hubungan status aklimatisasi dan efek heat stress pada pedagang kaki lima di depan Polines (Politeknik Negeri Semarang). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 3(3), 605–615. https://doi.org/10.14710/jkm.v3i3.12559
Grubenhoff, J. A., Du Ford, K., & Roosevelt, G. E. (2007). Heat-related illness. Clinical Pediatric Emergency Medicine, 8(1), 59–64. https://doi.org/10.1016/j.cpem.2007.02.006
Haryanto, V., Yusintha, Y., & Noviandri, P. P. (2019). Efektivitas green façade terhadap kenyamanan suhu koridor. SMART: Seminar on Architecture Research and Technology, 4(1), 193–201.
Hasanah, N. A. I., Maryetnowati, D., Edelweis, F. N., Indriyani, F., & Nugrahayu, Q. (2020). The climate comfort assessment for tourism purposes in Borobudur Temple Indonesia. Heliyon, 6(12), e05828. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2020.e05828
International Organization for Standardization. (2004). Ergonomics of the thermal environment—Determination of metabolic rate (ISO 8996:2004). ISO.
Karyono, T. H. (2010). Green architecture: Pengantar pemahaman arsitektur hijau di Indonesia. Rajawali Press.
Kusuma, M. I. (2021). Analisis heat stress di Kota Yogyakarta menggunakan metode temperature humidity index (THI) (Skripsi). Universitas Islam Indonesia. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/35115
Melinda, S. (2022). Analisis tingkat kenyamanan termal di Kota Palembang berdasarkan index THI (Temperature Humidity Index). Megasains, 13(1), 14–18. https://doi.org/10.46824/megasains.v13i01.67
Mufida, H. N., Ahsani, M. S., Aji, M. P., & Sulhadi, S. (2016). Thermal conditioning untuk mengurangi dampak panas pada pakaian dengan kombinasi warna. Prosiding Seminar Nasional Fisika (E-Journal) SNF2016, 5, 19–24. https://doi.org/10.21009/0305020204
Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 5 Tahun 2021 tentang perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2011 tentang rencana tata ruang wilayah Kota Semarang 2011–2031.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang angka kecukupan gizi yang dianjurkan untuk masyarakat Indonesia.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2016 tentang standar dan persyaratan kesehatan lingkungan kerja industri.
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2008 tentang pedoman penyediaan dan pemanfaatan ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2002 tentang hutan kota.
Primastuti, N. A., & Puspitasari, A. Y. (2021). Studi literatur: Penerapan green transportation untuk mewujudkan kota hijau dan berkelanjutan. Jurnal Kajian Ruang, 1(1), 62–77. https://doi.org/10.30659/jkr.v1i1.19980
Putra, B. U., Krisnandika, A. A. K., & Dharmadiatmika, M. A. (2022). Pengaruh kombinasi kerapatan kanopi pohon terhadap kenyamanan termal di Lapangan Puputan Margarana, Denpasar. Jurnal Lanskap Indonesia, 14(1), 16–21. https://doi.org/10.29244/jli.v14i1.38646
Ratnasari, A., Sitorus, S. R., & Tjahjono, B. (2015). Perencanaan kota hijau Yogyakarta berdasarkan penggunaan lahan dan kecukupan RTH. TATALOKA, 17(4), 196–208. https://doi.org/10.14710/tataloka.17.4.196-208
Riyanto, A. A. (2003). Teori busana. YAPEMDO.
Rushayati, S. B., Dahlan, E. N., & Hermawan, R. (2010). Ameliorasi iklim melalui zonasi hutan kota berdasarkan peta sebaran polutan udara. Forum Geografi, 24(1), 73–84. https://doi.org/10.23917/forgeo.v24i1.5016
Santoso, S., Lestari, S., & Samiyarsih, S. (2012). Inventarisasi tanaman peneduh jalan penjerap timbal di Purwokerto. Dalam Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Sumber Daya Pedesaan dan Kearifan Lokal Berkelanjutan I (hlm. 197–203).
Sari, M. (2017). Iklim kerja panas dan konsumsi air minum saat kerja terhadap dehidrasi. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development), 1(2), 108–118.
Sasminto, R. A., Tunggul, A., & Rahadi, J. B. (2014). Analisis spasial penentuan iklim menurut klasifikasi Schmidt-Ferguson dan Oldeman di Kabupaten Ponorogo. Jurnal Sumberdaya Alam & Lingkungan, 1(1), 51–56.
Shahidan, M. F., Shariff, M. K. M., Jones, P., Shalleh, E., & Abdullah, A. M. (2010). A comparison of Mesua ferrea L. and Hura crepitans L. for shade creation and radiation modification in improving thermal comfort. Landscape and Urban Planning, 97, 168–181. https://doi.org/10.1016/j.landurbplan.2010.05.008
Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional. (n.d.). Ruang terbuka hijau (RTH). https://sipsn.menlhk.go.id/sipsn/public/rth
Tongkukut, S. H. J. (2011). El-Nino dan pengaruhnya terhadap curah hujan di Manado, Sulawesi Utara. Jurnal Ilmiah Sains, 11(1), 102–108. https://doi.org/10.35799/jis.11.1.2011.51
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang.
Utama, W. T. (2019). Pajanan panas dengan status hidrasi pekerja. Jurnal Kedokteran Universitas Lampung, 3(2), 258–271.
Wahyuni, A., Entianopa., & Kurniawati, E. (2020). Hubungan iklim kerja panas terhadap dehidrasi pada pekerja di bagian dryler di PT X tahun 2020. Indonesian Journal of Health Community, 1(1), 28–34.
Wati, T., & Fatkhuroyan. (2017). Analisis tingkat kenyamanan di DKI Jakarta berdasarkan index THI (Temperature Humidity Index). Jurnal Ilmu Lingkungan, 15(1), 57–63. https://doi.org/10.14710/jil.15.1.57-63
Yuniasih, B., Harahap, W. N., & Wardana, D. A. S. (2023). Anomali iklim El Nino dan La Nina di Indonesia pada 2013–2022. AGROISTA: Jurnal Agroteknologi, 6(2), 136–143. https://doi.org/10.55180/agi.v6i2.332
Zahra, P. A. A., Yesiana, R., Anggraini, P., & Harjanti, I. M. (2021). Analisis perkembangan dan faktor-faktor yang mempengaruhi lahan terbangun di Kota Semarang. Jurnal Riptek, 15(1), 47–55. https://doi.org/10.35475/riptek.v15i1.119
Zayadi, H., & Hayati, A. (2017). Distribusi spasial pohon peneduh jalan raya Lowokwaru Kota Malang dengan aplikasi GIS. Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic), 3(1), 46–52. https://doi.org/10.33474/e-jbst.v3i1.103
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Fajri Mulya Iresha, Supranoto, Suphia Rahmawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


